Other reports from Pastor Davy
Laporan
tentang apa yang terjadi dalam pelayanan Pdt. Veca setelah
Training Tantangan Elia oleh Pastor Davy
(click here for rough English translation)
"Pdt.
Veca Sonya Cristata adalah gembala GBI Tukka, sebuah gereja kecil
di luar kota Sibolga. Ia salah satu peserta Seminar Tantangan Elia
di
Sibolga
yang kita adakan 25-27 Juni lalu. Istrinya yang sakit ginjal telah
sembuh total pada acara Seminar itu.
Minggu, 28 Juni, ketika Pak Davy masih di Sibolga dan melayani di
gereja kami GBI Sarudik Pandan, Pdt. Veca mempraktekkan pengajaran
yang telah di dapatnya di gereja mereka. Hari itu, banyak sekali
kesembuhan terjadi, mulai dari sakit paru-paru, sakit kepala, sakit
leher dan lain-lain. Pengalaman itu semakin membakar roh Pak Veca.
Selasa,
30 Juni, ia melayani orang-orang terbuang di penjara. Sebanyak
hampir 200 napi hadir dalam ibadah itu. Setelah
membagikan firman
Tuhan, ia memberanikan diri melakukan sesuatu, menantang orang yang
sakit untuk disembuhkan. Ia mulai dari sakit kepala. 9 orang napi
maju. Saat masih bicara-bicara bahwa Yesus sanggup menyembuhkan mereka,
dan belum ada penumpangan tangan, salah seorang angkat tangan: “Pak
Pendeta, saya sudah sembuh!” Tentu saja Pdt. Veca dan semua
orang heran, hampir tidak percaya. Lalu orang itu disuruh bersaksi.
Orang itu mengatakan bahwa ia datang dengan kepala yang sangat berat,
dan selama ia ini ia mudah dilanda sakit kepala. Ketika ia maju memenuhi
tantangan, ia langsung merasa kepalanya ringan sekali dan tubuhnya
terasa segar bugar. Tentu saja Pdt. Veca semakin terbakar mendengar
kesaksian itu. Maka ia mulai menumpangkan tangan dan menghardik sakit
kepala dari delapan napi yang lain. Satu persatu bersaksi telah sembuh, sampai semuanya sembuh. Para mantan preman dan penjahat itu semuanya menjadi
terheran-heran.
Selanjutnya Pdt. Veca mendemonstrasikan kesembuhan
secara massal. Setiap orang yang sakit, sakit apa saja, diundang
mengangkat tangan
dan meletakkan tangan kanan di bagian yang sakit di tempat duduk
masing-masing. 20 napi angkat tangan. Dengan memakai otoritas kuasa
nama Yesus, Pdt. Veca menghardik dan mengusir segala penyakit mereka.
Pada “ronde” pertama, satu napi yang duduk paling belakang
meloncat dan berteriak: “Saya sembuh!” Menyusul napi-napi
lainnya berseru bahwa mereka telah sembuh juga. Hanya dalam beberapa “ronde” saja,
ke-20 orang napi itu sembuh semua. Ruangan menjadi gegap gempita
oleh kekaguman pada Yesus. Satu orang napi diminta bersaksi. Ia mengatakan
bahwa selama ini ia selalu merasa sakit di dada dan sesak sekali
bila bernafas. Tetapi sekarang dadanya terasa sangat lega dan nafasnya
menjadi enteng.
Setelah itu semua, Pdt. Veca menantang siapa yang mau bertobat dan
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Luar biasa,
ke-200 napi itu angkat tangan. Mereka akhirnya diperdamaikan dengan
Tuhan dalam suasana yang mengharukan.
Siang kemarin, 3 Juli, Pdt. Veca dibawa kepada seorang wanita yang
sakit kista (semacam daging tumbuh di rahim) bernama Ibu Manurung.
Setelah dilayani dengan Firman, Pdt. Veca menghardik penyakit kista
itu dalam nama Yesus. Haleluya! Wanita itu segera menjerit bahwa
ia telah sembuh. Rasa sakit perih dan panas di pinggul yang selama
ini menderanya seketika lenyap. Terasa sejuk. Selama ini ia tak dapat
menggerakkan pinggulnya memutar ke kiri dan ke kanan tanpa rasa sakit
yang hebat. Tapi ajaib, saat itu ia telah bisa melakukannya dengan
mudah tanpa sakit apa-apa. Tuhan telah menyembuhkan Ibu Manurung!
Namun yang terpenting tentu saja, Ibu Manurung memutuskan bertobat
dengan menangis bercucur air mata di hadapan Kristus.
Pdt. Veca begitu digairahkan oleh pengajaran The Elijah Challenge,
dan ia tampaknya telah siap dipakai Allah sebagai penginjil yang
luar biasa bagi daerah ini. Hanya dalam tempo satu minggu setelah
seminar TEC berlangsung di Sibolga, salah satu peserta bernama Pdt.
Veca Cristata telah berhasil memenangkan ratusan petobat baru untuk
Tuhan. Kita belum tahu apa yang terjadi dengan sekitar 50 orang peserta
lainnya, sebab mereka melayani di kampung-kampung pedalaman Tapanuli
Tengah yang jauh dari jangkauan komunikasi kami. Namun tentu mereka
juga telah mulai bertumbuh dan berbuah.
Sekarang saya jadi tergoda untuk berhitung-hitung:
satu minggu, sekitar 200 orang bertobat oleh satu orang. Bagaimana
dengan 52 minggu
oleh 50 orang? Jika bulan-bulan lalu kami, gereja-gereja Tuhan di
Sibolga dan Tapanuli, mengeluh oleh keras hatinya penduduk daerah
ini untuk Injil, tapi dengan kuasa dan otoritas untuk mukzizat kesembuhan,
mungkin satu atau dua tahun lagi keluhan kami akan berubah: “Gedung-gedung
kami sudah tak muat lagi dan kami kini kekurangan pengerja-pengerja
terlatih untuk menggembalakan mereka…”
Tuhan
memberkati Tantangan Elia. Kiranya Api ini dapat disebarluaskan
ke daerah-daerah lain di Indonesia sesegera mungkin. Semoga!"
Rough
English translation with the help of Google:
Report
on the aftermath of The Elijah Challenge Basic Training conducted
by Elijah Challenge Indonesia Coordinator Pastor Davy in North Sumatra.
Original
report in the Indonesian language
"Here
is reported what happened in the ministry of Rev. Veca Sonya
Cristata from Sibolga.
Rev.
Veca is the pastor of Bethel Church of Indonesia at Tukka, a
small church outside the city of Sibolga. He was one of the participants
in the
Elijah
Challenge
Training we conducted from June 25 to 27, 2009 in Sibolga. His wife
had a kidney disease which was completely healed in that event.
Sunday,
June 28, while Pastor Davy was in Sibolga and ministering in our
church GBI Sarudik Pandan, Rev. Veca was applying the teaching
that he had received at his church. That day, a lot of healing
occurs,
from a lung problem, headaches, neck
pain, and others. Rev. Veca felt his spirit burning.
Tuesday,
June 30, he ministered to people in prison. Almost as
many as 200 prisoners were present in the worship. After
the word of God, he emboldened himself, challenging
the sick to be cured. He started with headaches. Nine prisoners
came forward. When he told them that Jesus was able to heal them,
and
even without the laying on of hands, one hand was raised, "Pastor,
I have been healed!" Of course Rev. Veca and all the people
wondered, almost did not believe. Then he told the man to testify.
He said that he
came with
a very heavy head, and that he easily got headaches. As Rev. Veca
issued the challenge, he immediately felt his head and body light
and like new. Of
course
Rev. Veca
was burning to hear more
testimonies. So he began to lay hands on the heads of the other
eight prisoners and to rebuke their pain. One by one they testified
they were healed, until
everyone was healed. The former leader of all the criminals was very
surprised.
Then
Rev. Veca demonstrated healing-at-a-distance [as Jesus did in
Luke 7]. He invited everyone who was sick of whatever infirmity
to lay their right
hand on themselves while they were in their seats. Twenty prisoners
raised their hands. With the authority of the name of
Jesus, Rev. Veca
rebuked and commanded all their
infirmities to go. After the first time of ministry, one prisoner
jumped back and cried: "I am healed!" Other prisoners
cried out that they had also been healed. After more rounds of
ministry
using authority, all twenty prisoners were healed. Jesus Christ
was exalted.
One prisoner
asked to testify. He said that while he always felt this pain
in the
chest
and shortness
of
breath. But now his chest was very relieved and he could breathe
without difficulty.
After
all that, Rev. Veca challenged the prisoners to repent and accept
Jesus as personal Lord and Savior. Extraordinarily, all 200 prisoners
raised
their hands. They finally made peace with the Lord.
Yesterday
afternoon, July 3, Rev. Veca was brought to a sick woman who had
a cyst (a kind of flesh growing in her womb) named Mrs. Manurung.
After delivering the Word of God, Rev. Veca rebuked the the cyst
in the name of Jesus. Hallelujah! The woman immediately screamed
that
she was healed. The acute pain and fever in her lower back immediately
disappeared. She felt cool. At that time she had not been able
to turn her back to the left and right without great pain. But
amazingly, she was able to do so easily without any pain. God healed
Mrs. Manurung! But the most important things, of course, is that
Mrs. Manurung repented
with weeping tears before Christ.
Rev.
Veca was so excited by the teaching of The Elijah Challenge, and
he seems to have been ready to be used by God as an unusual evangelist
for
this
area. Just in one week's time after the Elijah Challenge Training
took place in Sibolga, one of the participants, Rev. Veca
Cristata,
has
won
hundreds of sinners for the Lord. We know not what
is happening with about 50 other participants, because they serve
in the rural villages of Central Tapanuli far from our reach of communication.
But of course they also have started bearing fruit.
Now,
I'm so tempted to count: one week, about 200 people repent.
How about 52 weeks times 50
people? If months ago
we, the churches of God in Sibolga and Tapanuli, complained about
hard-hearted people of this region for the Gospel, but now with
the power and authority
to heal the sick miraculously, perhaps in one or two more years we
will change the complain to "the church buildings we have
no longer fit, and we now lack workers trained to shepherd all
the people... "
God
bless The Elijah Challenge. May this fire can be disseminated
to other areas in Indonesia as soon as possible. Hopefully!"
-Pastor
Davy Hermanus
Elijah Challenge Coordinator, Indonesia
Other
reports on this Training event (in Indonesian)