Saya
punya kesaksian sedikit setelah KKR tanggal 6-7 Okt di Bandung.
Saya selalu mengucap syukur setiap kali seminar dan KKR dilaksnakan
di
Bandung karena ada hal-hal baru yang saya alami secara pribadi selain
dampak
yang selalu ditimbulkan oleh pelayanan Tim Elijah Challenge.
Terlepas dari acara tahun ini yang tidak dipenuhi dengan banyak orang
yang
mengikuti seminar atau KKR , banyak orang telah diberkati...mereka
yang mengikuti semua acara yang merupakan kelompok-kelompok baru
sangat-sangat gembira mendapat
pelatihan. Tentu saja itu sesuai dengan harapan kita. Mereka telah
menjadi laskar Kristus yang berapi-api untuk menjalankan Amanat Agung.
Demikian juga ada kelompok anak muda dari beberapa kampus di mana mereka
merupakan kamum minoritas menjadi sangat berani dengan menyadari otoritas
yang Tuhan Yesus sudah berikan kami sangat antusias untuk melakukan
kembali tahun depan .
Saya sempat mengawasi beberapa kejadian penting dari dari empat orang
yang
dilayani sewaktu KKR terakhir. Yang pertama seseorang yang sakit punggung
disembukan dan dia sangat senang sambil terus menerus mengatakan
Alhamdulilah. Yang kedua adalah seorang yang sakit telinga dia sembuh
setelah dua orang percaya melayani mereka tapi dia masih merasakan
sakit
dalam dada, rupanya ini masalah hati yang luka. Saya kemudian membantu
mereka dan ia mengatakan kepada saya bahwa ini sulit dan pemuda itu
mengatakan saya merasa sakit dalam dada saya tapi saya tahu saya harus
mengampuni seseorang tapi tidak bisa. Saya tidak bisa mengampuni dia.
Saya
merasakan bahwa ini kemungkinan besar masalah dengan bapak dia. Dan
saya
bertanya , "Aapakah bapak kamu tidak bisa mengampuni bapak kamu
?" Ia kaget dan menjawab."ya !". Dan saya mengatakan
padanya , "Peluk saya !" dan
kemudian ia memeluk saya dengan erat sambil menangis dan saya katakan
, "
Bapa di surga sudah mengampuni kamu dan kamupun harus mengampuni bapak
kamu. Ia akan menganggantikan posisi kamu sebagai Bapa yang sangat
menyayangi kamu". Ia merasa lega dan bebas dari sakit hati. Tuhan
Yesus menyembuhkan secara total.
Ketiga saya perhatikan juga seorang Ibu dengan anaknya duduk di
barisan depan. Sewaktu ditantang maju ke depan pada tahap pertama
ibu itu
maju karena is sakit pada bagian kaki selama tujuh tahun. Dan
Tuhan Yesus
menyembuhkan dia seketika. Saya perhatikan anaknya menangis
terharu. Kemungkinan dia tahu dengan benar penyakit yang diderita
ibunya.
Pada tantangan tahuap kedua anaknya juga maju ke depan , dan
saya melihat
ia juga
disembuhkan. Pada bagian altar call , mereka merespon secepat
kilat untuk
menerima Kristus untuk pertama kali. Setelah saya conseling
mereka mengatakan bahwa ini adalah untuk pertama kali mereka percaya
kepada Kristus. Ada dugaan kuat mereka dari agama lain seperti
Budha
atau
Konghutju. Saya teringat pengajaran Ps. Bill yang mengatakan
bahwa
sekarang adalah model baru dalam penginjilan. Kita menunjukan
bukti lebih
dahulu bahwa ia sanggup menyembuhkan dengan ajaib, berarti
dia hidup dan dia juga sanggup mengampuni dosa. Ini promosi
tentang Yesus
yang
sangat
efektif, kata salah satu peserta KKR kepada saya. Model pedagang
yang mendemonstrasikan kemampuan produk sebelum menantang orang
untuk membeli
produk itu.

KKR di rumah saya
Hari jumat tanggal 8 Okt , satu hari setelah acara KKR saya banyak
merenungkan keefktifan pelayanan model baru ini yaitu memberika
demonstrasi kuasa Tuhan yang sanggup menyembuhkan mendahului tantangan
untuk percaya kepada Kristus. Saya berpikir ini sangat berguna
untuk penginjilan bagi orang-orang dari agama "sepupu" di
Indonesia. Mengingat 80 % dari mereka percaya akan sesuatu yang gaib
. Malam itu
di rumah saya mendengar salah satu dari pembantu rumah tangga di rumah
saya sakit keras: panas , batuk, sariawan, sakit tenggorokan
dan sulit bernapas dan itu sudah
berlangsung dua hari. Saya berdoa supaya saya dapat kesempatan untuk
mendoakannya besok paginya. Kemudia hari sabtu pagi setelah berdoa
bersama istri dan anak-anak saya memanggil pembantu saya . Ia berumur
14 tahun. Kemudian kami mengatakan kami akan melayani dia supaya ia
sembuh dari sakit. Kemudian isti saya dan saya melayani dia. Kami menumpangkan
tangan pada bagian lehernya . Beberapa detik setelah kami mengusir
penyakit. Ia tiba-tiba merasa sakit pada bagian lehernya seperti ada
seseorang yang
mencekik lehernya. Dan ia mulai merasakan sakit yang luar biasa.
Singkat
cerita ia kerasukan atau ia bermanifestasi seperti ada kuasa iblis
yang
tidak mau keluar. Kami terus mengusir sakit penyakit, dan iblis yang
membuat ia menderita. Kejadian ini berlangsung sampai setengah jam.
Dan
tiba-tiba ia menunjuk ke arah depan. Dan mulai ketakutan (belakangan
kami
tahu ia mengatakan ia melihat seseorang yang berwujud bapaknya yang
telah
meningggal berdiri di hadapan dia dan ia mau ke sana tapi ia tidak
sanggup
berjalan, dan jelas itu iblis yang menyamar). Kami melihat ia memasukan
tangannya ke bagian ikat pinggang dan membuka satu kain berwarna
hitam (jimat pelindung yang biasanya diberikan bagi orang-orang Sunda).
Dengan
sangat mudah ia keluarkan jimat itu padahal biasanya sangat sulit
karena diikat keras sebanyak tiga kali. Satu waktu ia memandang pintu
depan
ruang
musik di mana kami melayani dia. Dan ia menjadi sangat marah. Dan
mulai memukul-mukul dengan membabi buta. Ia berteriak-teriak dan kami
berdua
memegan dia dengan keras , ia terbanting di lantai dan dengan otoritas
penuh
kami mengusir iblis yang menguasai dia. Saya kemudian mengambil jimat
terebut dan cepat membakar jimat tersebut. Pembantu yang satu ikut
melihat
dan i a menjadi ketakutan dan ia langsung menyerahkan jimatnya juga
yang
berwarna putih. Setelah kami membakar jimat tersebut ia, kemudian
terlihat menagis dipelukan istri saya kemudian ia tertidur berapa saat
dan kemudian
ia sadar. Setelah sadar ia kaget akan posisi duduk dia dan dia bertanya
kepada kami apa yang terjadi. Ia bahwan tidak menyadari kalau jimatnya
telah
terbuka. Dia mengatakan itu sangat sulit untuk dibuka.
Dan kami bertanya apa yang membuat ia marah dan memukul apakah ia
tahu? Dia mengatakan ia melihat seseorang duduk di depan pintu, berwarna
putih dan
wajahnya bercahaya kecoklat-coklatan dan berkumis serta berjanggut
agak
panjang. Saya mengambil lukisan Tuhan Yesus dan ia mengatakan mirip
sekali,
kecuali janggutnya lebih panjang!
Yang membuat kami mengucap syukur , pada detik itu juga kami langsung
mengajak mereka untuk percaya kepada Yesus yang telah menyembuhkan
Dia dan menampakan diri kepadanya. Ia sudah sembuh dari sakit dan
telah menjadi
sehat secara normal. Pagi itu dua jiwa baru menerima Kristus. Mereka
dengan
antusias sekarang mengikuti bible study di rumah . Saya mendapat
pemahaman baru , bahwa KKR terjadi di setiap rumah orang Kristen
jika mereka
melayani
pembantu mereka dengan cara yang sama. Jutaan orang belum percaya
dari "
sepupu" bisa dimenangkan. Kita memiliki otoritas yang sama jika
kita
melangkah dengan iman.
Semoga kesaksian ini bisa membantu saudara-saudara . Tuhan Yesus
memberkati.
