Bandung, Indonesia

October 2004


Kesaksian Bp. Pdt. Davy Hermanus

KKR di rumah saya untuk pembantu rumah tangga


Saya punya kesaksian sedikit setelah KKR tanggal 6-7 Okt di Bandung.

Saya selalu mengucap syukur setiap kali seminar dan KKR dilaksnakan di Bandung karena ada hal-hal baru yang saya alami secara pribadi selain dampak yang selalu ditimbulkan oleh pelayanan Tim Elijah Challenge.

Terlepas dari acara tahun ini yang tidak dipenuhi dengan banyak orang yang mengikuti seminar atau KKR , banyak orang telah diberkati...mereka yang mengikuti semua acara yang merupakan kelompok-kelompok baru sangat-sangat gembira mendapat pelatihan. Tentu saja itu sesuai dengan harapan kita. Mereka telah menjadi laskar Kristus yang berapi-api untuk menjalankan Amanat Agung.

Demikian juga ada kelompok anak muda dari beberapa kampus di mana mereka merupakan kamum minoritas menjadi sangat berani dengan menyadari otoritas yang Tuhan Yesus sudah berikan kami sangat antusias untuk melakukan kembali tahun depan .

Saya sempat mengawasi beberapa kejadian penting dari dari empat orang yang dilayani sewaktu KKR terakhir. Yang pertama seseorang yang sakit punggung disembukan dan dia sangat senang sambil terus menerus mengatakan Alhamdulilah. Yang kedua adalah seorang yang sakit telinga dia sembuh setelah dua orang percaya melayani mereka tapi dia masih merasakan sakit dalam dada, rupanya ini masalah hati yang luka. Saya kemudian membantu mereka dan ia mengatakan kepada saya bahwa ini sulit dan pemuda itu mengatakan saya merasa sakit dalam dada saya tapi saya tahu saya harus mengampuni seseorang tapi tidak bisa. Saya tidak bisa mengampuni dia. Saya merasakan bahwa ini kemungkinan besar masalah dengan bapak dia. Dan saya bertanya , "Aapakah bapak kamu tidak bisa mengampuni bapak kamu ?" Ia kaget dan menjawab."ya !". Dan saya mengatakan padanya , "Peluk saya !" dan
kemudian ia memeluk saya dengan erat sambil menangis dan saya katakan , " Bapa di surga sudah mengampuni kamu dan kamupun harus mengampuni bapak kamu. Ia akan menganggantikan posisi kamu sebagai Bapa yang sangat menyayangi kamu". Ia merasa lega dan bebas dari sakit hati. Tuhan Yesus menyembuhkan secara total.

Ketiga saya perhatikan juga seorang Ibu dengan anaknya duduk di barisan depan. Sewaktu ditantang maju ke depan pada tahap pertama ibu itu maju karena is sakit pada bagian kaki selama tujuh tahun. Dan Tuhan Yesus menyembuhkan dia seketika. Saya perhatikan anaknya menangis terharu. Kemungkinan dia tahu dengan benar penyakit yang diderita ibunya. Pada tantangan tahuap kedua anaknya juga maju ke depan , dan saya melihat ia juga disembuhkan. Pada bagian altar call , mereka merespon secepat kilat untuk menerima Kristus untuk pertama kali. Setelah saya conseling mereka mengatakan bahwa ini adalah untuk pertama kali mereka percaya kepada Kristus. Ada dugaan kuat mereka dari agama lain seperti Budha atau Konghutju. Saya teringat pengajaran Ps. Bill yang mengatakan bahwa sekarang adalah model baru dalam penginjilan. Kita menunjukan bukti lebih dahulu bahwa ia sanggup menyembuhkan dengan ajaib, berarti dia hidup dan dia juga sanggup mengampuni dosa. Ini promosi tentang Yesus yang sangat efektif, kata salah satu peserta KKR kepada saya. Model pedagang yang mendemonstrasikan kemampuan produk sebelum menantang orang untuk membeli produk itu.



KKR di rumah saya


Hari jumat tanggal 8 Okt , satu hari setelah acara KKR saya banyak merenungkan keefktifan pelayanan model baru ini yaitu memberika demonstrasi kuasa Tuhan yang sanggup menyembuhkan mendahului tantangan untuk percaya kepada Kristus. Saya berpikir ini sangat berguna untuk penginjilan bagi orang-orang dari agama "sepupu" di Indonesia. Mengingat 80 % dari mereka percaya akan sesuatu yang gaib . Malam itu di rumah saya mendengar salah satu dari pembantu rumah tangga di rumah saya sakit keras: panas , batuk, sariawan, sakit tenggorokan dan sulit bernapas dan itu sudah berlangsung dua hari. Saya berdoa supaya saya dapat kesempatan untuk mendoakannya besok paginya. Kemudia hari sabtu pagi setelah berdoa bersama istri dan anak-anak saya memanggil pembantu saya . Ia berumur 14 tahun. Kemudian kami mengatakan kami akan melayani dia supaya ia sembuh dari sakit. Kemudian isti saya dan saya melayani dia. Kami menumpangkan tangan pada bagian lehernya . Beberapa detik setelah kami mengusir penyakit. Ia tiba-tiba merasa sakit pada bagian lehernya seperti ada seseorang yang mencekik lehernya. Dan ia mulai merasakan sakit yang luar biasa.

Singkat cerita ia kerasukan atau ia bermanifestasi seperti ada kuasa iblis yang tidak mau keluar. Kami terus mengusir sakit penyakit, dan iblis yang membuat ia menderita. Kejadian ini berlangsung sampai setengah jam. Dan tiba-tiba ia menunjuk ke arah depan. Dan mulai ketakutan (belakangan kami tahu ia mengatakan ia melihat seseorang yang berwujud bapaknya yang telah meningggal berdiri di hadapan dia dan ia mau ke sana tapi ia tidak sanggup berjalan, dan jelas itu iblis yang menyamar). Kami melihat ia memasukan tangannya ke bagian ikat pinggang dan membuka satu kain berwarna hitam (jimat pelindung yang biasanya diberikan bagi orang-orang Sunda). Dengan sangat mudah ia keluarkan jimat itu padahal biasanya sangat sulit karena diikat keras sebanyak tiga kali. Satu waktu ia memandang pintu depan ruang musik di mana kami melayani dia. Dan ia menjadi sangat marah. Dan mulai memukul-mukul dengan membabi buta. Ia berteriak-teriak dan kami berdua memegan dia dengan keras , ia terbanting di lantai dan dengan otoritas penuh kami mengusir iblis yang menguasai dia. Saya kemudian mengambil jimat terebut dan cepat membakar jimat tersebut. Pembantu yang satu ikut melihat dan i a menjadi ketakutan dan ia langsung menyerahkan jimatnya juga yang berwarna putih. Setelah kami membakar jimat tersebut ia, kemudian terlihat menagis dipelukan istri saya kemudian ia tertidur berapa saat dan kemudian ia sadar. Setelah sadar ia kaget akan posisi duduk dia dan dia bertanya kepada kami apa yang terjadi. Ia bahwan tidak menyadari kalau jimatnya telah terbuka. Dia mengatakan itu sangat sulit untuk dibuka.

Dan kami bertanya apa yang membuat ia marah dan memukul apakah ia tahu? Dia mengatakan ia melihat seseorang duduk di depan pintu, berwarna putih dan wajahnya bercahaya kecoklat-coklatan dan berkumis serta berjanggut agak panjang. Saya mengambil lukisan Tuhan Yesus dan ia mengatakan mirip sekali, kecuali janggutnya lebih panjang!

Yang membuat kami mengucap syukur , pada detik itu juga kami langsung mengajak mereka untuk percaya kepada Yesus yang telah menyembuhkan Dia dan menampakan diri kepadanya. Ia sudah sembuh dari sakit dan telah menjadi sehat secara normal. Pagi itu dua jiwa baru menerima Kristus. Mereka dengan antusias sekarang mengikuti bible study di rumah . Saya mendapat pemahaman baru , bahwa KKR terjadi di setiap rumah orang Kristen jika mereka melayani pembantu mereka dengan cara yang sama. Jutaan orang belum percaya dari " sepupu" bisa dimenangkan. Kita memiliki otoritas yang sama jika kita melangkah dengan iman.

Semoga kesaksian ini bisa membantu saudara-saudara . Tuhan Yesus memberkati.